Karena itu, penelitian perlu diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang lebih efisien sekaligus mendukung peningkatan skala produksi agar kendaraan listrik semakin terjangkau.
Stella juga menyoroti peningkatan dukungan pendanaan penelitian selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut alokasi Dana Abadi Penelitian (Riset) meningkat dari Rp1,47 triliun pada 2024 menjadi Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 118 persen.
Pada 2026, anggaran tersebut kembali meningkat menjadi Rp3,09 triliun. Stella juga menyampaikan, adanya investasi sebesar Rp20 triliun untuk periode 2027.
Menurut dia, peningkatan pendanaan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang mampu memimpin pasar dan mendorong pengembangan industri berbasis teknologi, termasuk kendaraan listrik.