NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menilai penguatan riset dan inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri kendaraan listrik (EV) nasional.

“Jika setiap tahun kita melakukan penelitian yang sama, tentu kita tidak akan mampu membangun industri dan ekonomi berbasis kendaraan listrik,” kata Stella Christie di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa perguruan tinggi perlu mengubah pendekatan penelitian agar tidak sekadar mengulang kajian yang sama setiap tahun, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang mendukung hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki dua peran utama dalam pengembangan industri, yakni merespons kebutuhan pasar dan memimpin pasar melalui hasil penelitian yang menghasilkan teknologi baru.

Stella melanjutkan, peran kedua menjadi penting karena industri tidak cukup hanya mengikuti kebutuhan yang sudah ada.

Riset juga harus mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan dan menciptakan solusi yang sebelumnya belum tersedia.

Ia mencontohkan perkembangan kendaraan listrik di China, yang menurutnya menunjukkan bagaimana penelitian dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri.

Teknologi yang awalnya belum berkembang secara luas, dapat mendorong perubahan pasar ketika didukung inovasi berkelanjutan.

Dalam industri kendaraan listrik, Stella menilai efisiensi menjadi faktor utama untuk menekan biaya produksi dan menciptakan produk yang dapat dijangkau lebih banyak konsumen.

Apabila harga kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik, masih lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional, kondisi tersebut berpotensi menjadi hambatan bagi perluasan pasar.

Karena itu, penelitian perlu diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang lebih efisien sekaligus mendukung peningkatan skala produksi agar kendaraan listrik semakin terjangkau.

Stella juga menyoroti peningkatan dukungan pendanaan penelitian selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut alokasi Dana Abadi Penelitian (Riset) meningkat dari Rp1,47 triliun pada 2024 menjadi Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 118 persen.

Pada 2026, anggaran tersebut kembali meningkat menjadi Rp3,09 triliun. Stella juga menyampaikan, adanya investasi sebesar Rp20 triliun untuk periode 2027.

Menurut dia, peningkatan pendanaan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang mampu memimpin pasar dan mendorong pengembangan industri berbasis teknologi, termasuk kendaraan listrik.