Dampak terhadap skor tes hampir dua kali lipat lebih besar ketika siswa terpapar asap pekat selama jam sekolah dibandingkan saat akhir pekan. Hasil riset ini memperkuat studi sebelumnya yang menunjukkan dampak polusi udara sangat berbahaya bagi siswa yang lebih muda. Penelitian ini juga mengungkap dampak yang lebih besar pada siswa kelas tiga hingga lima dibandingkan siswa kelas enam hingga delapan.
"Penelitian sebelumnya menunjukkan pertahanan alami di paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan dan mereka memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka," jelas penulis utama studi, Jeff Wen, dikutip dari laman Stanford University.
"Ini berarti anak-anak yang lebih muda mungkin lebih rentan terhadap dampak asap yang memengaruhi kognisi mereka secara langsung maupun tidak langsung, seperti meningkatnya serangan asma yang mengganggu proses belajar dan menyebabkan lebih banyak ketidakhadiran di sekolah," terangnya lagi.
Studi ini melengkapi bukti-bukti bahwa paparan polusi udara dapat berdampak buruk pada kognisi.
"Meskipun skor tes merupakan ukuran kognisi yang tidak sempurna, skor tersebut merupakan tolok ukur umum untuk mengevaluasi pembelajaran siswa, dengan relevansi terhadap hasil dan peluang jangka panjang," tulis para penulis.
Penelitian sebelumnya telah memperkirakan adanya kaitan tim redaksi hasil tes akademik dan penghasilan di masa depan. Berdasarkan perkiraan tersebut, para penulis menaksir paparan asap kebakaran hutan yang dialami siswa Amerika hanya dalam satu tahun (2016) apat menurunkan total penghasilan masa depan secara nasional hingga hampir $1,9 miliar.