Dari sisi produksi, pakar teknik mesin Universitas Pancasila Prof Dr Dwi Rahmalina dan Dr Agri Suwandi mengembangkan mesin penepung khusus untuk mendukung pengolahan bahan baku.
Mesin yang telah mendapatkan paten desain industri tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku menjadi tepung halus berkualitas tinggi sekaligus menjaga kandungan senyawa aktif.
Sementara itu, Dr Zalzulifa dari Polimedia berperan dalam penguatan pemasaran melalui pendampingan pembuatan konten kreatif, strategi science-based branding, dan pemanfaatan platform digital.
Sinergi tiga kampus ini diarahkan untuk menjadikan melinjo sebagai sumber pendapatan baru bernilai tambah bagi UMKM pangan nasional.