Survei yang sama dilakukan terhadap 3.800 orang dengan pertanyaan yang sama mengenai penerimaan penduduk asing setiap dua tahun. Hasilnya, penolakan dari kelompok kelahiran 1966-1976 naik sebanyak 19,4 persen. Sedangkan, penolakan dari kelompok kelahiran 1987-1998 bahkan lebih tinggi lagi mencapai 24,3 persen.
Responden yang pada tahun 2024 tidak menolak penduduk asing, tapi merasa "tidak ada harapan untuk masyarakat Jepang" mereka cenderung berubah sikap jadi menolak kehadiran penduduk asing.
Di tengah menguatnya sentimen penolakan terhadap warga asing, data terbaru mengenai populasi jepang menunjukkan sedikit titik terang meskipun belum mengalami peningkatan yang signifikan.
Jumlah kelahiran warga negara Jepang pada 2025 turun selama sepuluh tahun berturut-turut menjadi 670.476 jiwa. Penurunan populasi secara alami (selisih tim redaksi jumlah kelahiran dan kematian) tercatat sebesar 923.008 jiwa dan terus meningkat selama delapan belas tahun berturut-turut.
Sementara itu, dikutip dari Nippon, populasi penduduk asing telah meningkat pesat sejak pelonggaran pembatasan masuk usai pandemi pada 2023, naik sebesar 353.696 jiwa (9,62%) menjadi 4.031.159 jiwa. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi sejak statistik mengenai warga negara asing pertama kali dihimpun pada 2013.