"Dengan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan bagi generasi muda, dan memastikan lapangan kerja yang stabil, kami bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran tentang masa depan... untuk menciptakan masyarakat di mana siapa pun yang ingin memiliki anak dapat melakukannya, dan membesarkan mereka dengan tenang," kata Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Takaichi, Masanao Ozaki, dikutip dari The Japan Times.
Meskipun laju penurunan telah melambat lebih dari lima persen dari yang tercatat pada tahun 2022 hingga 2024, tren jangka panjangnya tetap suram. Pemerintah Jepang menyadari bahwa keinginan banyak orang (Jepang) untuk memiliki anak belum terpenuhi secara memadai dan terus mengupayakan hal tersebut.
Situasi ketimpangan tim redaksi penerimaan penduduk asing dengan kebutuhan tenaga kerja di Jepang menempatkan pemerintah di posisi serba salah. Mengandalkan kelahiran domestik yang pemulihannya masih goyah atau membuka diri terhadap imigrasi di tengah sentimen yang berbanding terbalik.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.