Ia juga mencontohkan penelitian terhadap calon dokter yang kemampuan diagnostiknya turun dari 28 persen menjadi 22 persen setelah menggunakan AI selama tiga bulan. Namun, Stella tidak merinci metode maupun konteks pengukuran dalam penelitian tersebut.

β€œPenggunaan AI yang seperti apa yang bisa membuat kita tambah pintar atau kurang pintar,” ucap Stella.

Sebagai ilmuwan kognitif, ia menilai otak perlu terus dilatih agar kemampuan berpikir dapat berkembang.

AI, menurut dia, tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, misalnya melalui diskusi yang mendorong pengguna menganalisis suatu persoalan.

Sebaliknya, penggunaan AI hanya untuk memperoleh jawaban instan tanpa melakukan proses berpikir mandiri berisiko menghambat perkembangan kemampuan kognitif.

Stella menegaskan pendekatan terhadap penggunaan AI tidak cukup dilakukan melalui larangan. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memahami cara menggunakan teknologi tersebut secara tepat.