NADIKABAR.COM — Rivian menarik kembali mobil R2 di Amerika Serikat akibat masalah pada tenaga penggerak yang tiba-tiba hilang yang meningkatkan risiko kecelakaan fatal menurut laporan dari CarsCoops, Kamis.
Badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menjelaskan bahwa kejadian itu disebabkan akibat baterai tegangan tinggi yang mungkin tidak dikencangkan dengan benar oleh pabrikan.
Penarikan kembali ini berdampak kepada 14 unit R2 yang semuanya diyakini memiliki cacat tersebut. Masalah ini awalnya diketahui pada bulan September, ketika seorang karyawan menemukan pengencang tegangan tinggi yang longgar.
Temuan itu memicu penyelidikan, yang akhirnya mengidentifikasi sejumlah unit R2 yang diproduksi antara tanggal 17 September dan 24 September yang mungkin memiliki pengencang yang longgar.
Pemberitahuan dari NHTSA itu tidak menyebutkan rincian masalah yang spesifik, namun, kemungkinan masalah terjadi stasiun otomatis yang kini diprogram ulang untuk menolak pengencang yang torsinya tidak tepat.
Hingga kini, Rivian belum mengetahui adanya laporan terkait kecelakaan, atau cedera terkait masalah ini. Perbaikan yang dilakukan tergolong mudah, yaitu pusat layanan memeriksa dan memperbaiki koneksi, kemudian mengganti komponen yang rusak.