Rizal menilai pemasangan exhaust merupakan bagian dari renovasi ruang kerja yang sepengetahuannya menggunakan anggaran resmi di bagian umum. Dia mengatakan terkait pembelian tiket pesawat Jakarta-Jambi, sepengetahuannya juga bersumber dari anggaran rutin.

"Terkait pembelian minuman keras dalam rangka koordinasi acara BNN dan alat podcast kepada Sinkos, sepengetahuan saya pengadaan barang-barang tersebut dibiayai dengan DOKPPN sebagaimana penekanan dan narasi saya kepada jajaran P2, untuk selalu menggunakan anggaran resmi yang tersedia dalam setiap kegiatan," ujar Rizal.

"Dan ini dibenarkan dari sisi aturan karena pembersihan tersebut merupakan bagian dari proses koordinasi dan penggalian untuk kepentingan intelijen dan pengawasan," tambahnya.

Rizal meminta majelis hakim agar membebaskannya dari dakwaan dan tuntutan jaksa. Dia mengaku tak pernah bermufakat untuk menyalahgunakan kewenangan.

"Saya tidak mengetahui dan tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum, baik terkait memberi perintah maupun menerima uang, hadiah, atau fasilitas lain dari siapapun. Saya juga tidak pernah bermufakat untuk menyalahgunakan wewenang dengan berbuat atau tidak berbuat suatu demi kepentingan oknum maupun pihak-pihak lain sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan," kata Rizal.