"Halah muka dua, kelakuan seleb pada umumnya. Narsistik, haus pujian, di depan orangnya sok respect padahal di belakang busuk," kata @spyyyyyspyyy.
Komentar lain bahkan lebih keras. Seorang netizen mengaku tidak percaya dengan ketulusan ucapan Ronaldo dan menganggap pesan tersebut sekadar basa-basi.
"Jangan pernah percaya sepatah kata pun yang keluar dari mulut orang gila ini, semuanya hanya basa-basi. Manusia yang menjijikkan," tulis @Timzblazee3.
"Setelah mencoba mengalihkan perhatian orang kemarin dengan merilis pernyataannya bersamaan dengan perayaan Messi. Dia tidak bisa menipu saya, dia musuh yang berpura-pura menjadi teman," ujar @HighfootyiQ.
"Palsu, palsu, palsu. Maksudku, dia melakukan itu dengan hati yang sedih. Aku kenal dia. Dia benar-benar narsisis dan pembenci. Aku tidak akan melupakan apa yang Ronaldo lakukan beberapa tahun lalu. Dia menyukai unggahan Instagram yang mengejek Messi. "Kau mendapatkan semua rasa hormatku." Pergi sana, tolong," kata @piusadeleye1.
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bagaimana persaingan panjang Ronaldo dan Messi masih memicu sentimen di kalangan sebagian penggemar.
Ronaldo dan Messi memang memiliki sejarah persaingan yang luar biasa panjang. Keduanya mendominasi sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade, terutama ketika membela Real Madrid dan Barcelona.
Persaingan mereka bukan hanya soal jumlah gol dan trofi, tetapi juga perebutan status pemain terbaik sepanjang masa atau Greatest of All Time (GOAT).