NADIKABAR.COM — Kurang dari sebulan menjelang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berusia dua tahun, Kabinet Merah Putih kembali dirombak untuk ketujuh kalinya. Di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10), sebanyak 18 pejabat negara dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden Prabowo untuk mengisi posisi-posisi strategis di pemerintahan.

Dari deretan nama yang dilantik itu, mayoritas merupakan wajah-wajah baru yang dipercaya masuk Kabinet Merah Putih. Sementara itu untuk beberapa wajah lama, ada yang pada akhirnya diberhentikan dengan hormat, dipercaya memimpin lembaga baru, ataupun berpindah posisi ke kementerian lain.

Sorotan utama reshuffle kali ini tentu ada pada pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Listyo - yang memimpin Polri sejak pemerintahan Presiden Ke-7 Joko Widodo -resmi mengakhiri tugasnya setelah menjabat selama kurang lebih 5 tahun 8 bulan. Ia pun saat ini masih tercatat sebagai Kapolri yang paling lama menjabat setelah Era Reformasi.

Dalam prosesi yang sama saat melantik Kapolri baru, Presiden Prabowo juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri), menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Berselang beberapa menit sebelum prosesi pelantikan, Presiden Prabowo menganugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna untuk Listyo Sigit dan Bintang Mahaputera Adipradana untuk Dedi Prasetyo.

Beberapa hari lalu tepatnya pada Selasa (29/9), Suyudi, yang kala itu masih menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menyambangi Istana untuk mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.

Rapat tersebut diikuti oleh petinggi DPR dan sejumlah pejabat negara, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Suyudi mengaku dirinya saat ratas itu belum menerima informasi dicalonkan oleh Presiden Prabowo sebagai Kapolri yang baru.