Kabar bahwa dirinya ditunjuk oleh Presiden sebagai Kapolri diterima oleh Suyudi pada Kamis pagi. Kemudian Suyudi langsung mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI selama kurang lebih 30 menit.

Di hadapan para wakil rakyat, Suyudi memaparkan visi dan misinya, kemudian program-program kerja, serta prioritasnya sebagai kapolri. Hasilnya, pencalonan Suyudi disetujui oleh Komisi III DPR RI secara aklamasi, kemudian disetujui juga oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna.

Beberapa jam setelah Rapat Paripurna, Suyudi dilantik sebagai Kapolri yang baru oleh Presiden Prabowo di Istana Negara.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing dan juga memberikan banyak hal dalam karier kami sehingga kami bisa di titik ini. Tentunya, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," kata Suyudi saat jumpa pers selepas acara pelantikan di Istana Negara.

Suyudi kemudian berjanji akan memastikan penegakan hukum yang adil, meningkatkan pelayanan dan memperbaiki layanan-layanan Polri untuk masyarakat, dan terakhir memastikan polisi selalu dekat dengan rakyat.

"Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat," ujar Suyudi menjawab pertanyaan wartawan mengenai prioritas kerjanya sebagai Kapolri yang baru.

Tidak hanya melantik kapolri dan wakapolri yang baru, Presiden Prabowo juga menyusun strategi baru menempatkan orang-orang kepercayaannya pada sejumlah posisi strategis di kabinet.

Dari jajaran kementerian koordinator, ada Sugiono—yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo—dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno—yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Ke-7 Joko Widodo. Selepas acara pelantikan, Sugiono pun menuntaskan tugasnya sebagai menteri luar negeri yang ia emban selama hampir 2 tahun.