Kemudian Presiden Prabowo menunjuk Dudung Abdurachman untuk mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), menggantikan Djamari Chaniago.

Dudung sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Listyo Sigit, yang telah mengakhiri tugasnya sebagai kapolri, lanjut ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk memimpin Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang baru.

Terakhir dari jajaran kementerian koordinator, Presiden Prabowo melantik Bahlil Lahadalia untuk memimpin struktur baru dalam Kabinet, yaitu Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil, yang juga masih aktif sebagai Menteri ESDM, menjelaskan ia merangkap dua jabatan tersebut, mengingat kementerian koordinator baru itu, untuk sementara waktu, berkantor di Kementerian ESDM.

Berlanjut ke jajaran kementerian teknis, Presiden Prabowo melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Arrmanatha—yang akrab disapa Tata—sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri luar negeri. Presiden juga melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Presiden kemudian melantik dua wakil menteri keuangan yang baru, yaitu Nurkholisoj Ibnu Aman dan Luky Alfirman, kemudian Dradjad Hari Wibowo sebagai wakil menteri koordinator bidang perekonomian, Irwan Meilano sebagai wakil menteri kelautan dan perikanan, dan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa—yang sebelumnya menjabat wakil KSAD—sebagai wakil menteri pertanian.

Dalam rangkaian acara pelantikan yang sama, Presiden Prabowo turut melantik Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, dan Anggota Ombudsman RI Radian Syam, kemudian Komjen Pol. (Purn.) Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), dan Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Terakhir Presiden Prabowo juga melantik Komjen Pol. Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), yang merupakan struktur baru dalam Kabinet Merah Putih.