Dari sana, Ibas sadar ada potensi di masyarakat yang perlu dikembangkan. PR pertamanya adalah mengembalikan marwah atau mental masyarakat yang dulu down karena dipandang sebelah mata.

"Memang dulu lingkungan kami itu dipandang sesuatu yang zona hitam dan memang itu tantangan bagi kami, mengembalikan mentalnya masyarakat. Yang memang kurang mendapatkan ruang. Akhirnya kita coba pendekatan dengan masyarakat biar bisa dirangkul, salah satunya yang kami lakukan pertemuan bulanan dengan warga untuk membangun hubungan emosional," akunya.

Setiap bulan, Ibas akan membelikan kue ulang tahun. Lalu, warga yang berulang tahun di bulan tersebut akan bersama-sama dirayakan.

"Di situlah muncul kesadaran, partisipasi masyarakat itu tumbuh. Jadi, setelah sudah mulai berjalan, (warga RT 11 bilang -- red) "Ayo Pak bebenah, beresin ini lah," mulai ngecat-ngecat," tuturnya.

Usai membangun mental masyarakat, barulah Ibas mengajak masyarakat untuk melek teknologi. Semua berawal dari kasus curanmor (pencurian motor) yang mulai marak terjadi di daerah-daerah dekat RT 11.

Permasalahan curanmor terjadi di lingkungan sebelah, tapi Ibas dan warga mulai gelisah.

"Akhirnya kita mempelajari, kita harus lakukan pencegahan dini. Jangan sampai kejadian itu muncul di tempat kita. Keresahan itu terjawab dengan E-Gate," ucap Ibas.

Semua E-Gate yang ada di RT 11, jumlahnya empat, totalnya bermodalkan Rp 7 jutaan rupiah. Untuk box RFID, kocek yang dikeluarkan sekitar Rp 1 juta per gate, sementara pembangunan pagar besinya dilakukan gotong royong oleh warga sehingga modalnya bisa ditekan menjadi Rp 3 jutaan saja untuk keseluruhan.

Jangan salah, RT 11 sudah punya pemetaan keahlian setiap warganya. Ibas punya rincian siapa saja yang jago sebagai tukang kayu, tukang batu, tukang listrik, bahkan tukang AC.

"Jadi kita mapping, nih. Oh, ini kapasitasnya dia bisa ini," ujar Ibas dengan bangga saat bercerita tentang warganya yang terdiri dari kurang lebih 120-an Kepala Keluarga (KK).

Nantinya, E-Gate 11 direncanakan akan menggunakan teknologi face recognition bagi warganya. Akan tetapi, belum tahu kapan adaptasi ini akan dilakukan.

Nah, dari E-Gate 11 ini kemudian lahir beragam pilar keamanan yang berbasis teknologi. Lahirlah pemikiran dari Ibas untuk membagikan GPS tracker guna memastikan warganya yang memiliki kendaraan merasa lebih aman.