Pada tahap akhir, penyambungan saluran, pengujian pompa, kesiapan operator, dan pemeliharaan menjadi penentu apakah investasi publik itu benar-benar berfungsi.
Pembangunan rumah pompa merupakan bagian penting dari upaya mengendalikan banjir di kota yang aliran airnya harus melewati jaringan saluran, sungai, dan kawasan pesisir. Pada 2026, Pemkot Surabaya merencanakan penambahan delapan rumah pompa.
Pemerintah kota juga mengerjakan lebih dari 100 titik proyek drainase yang tersebar di wilayah selatan, timur, dan barat. Skala pekerjaan ini menunjukkan bahwa persoalan genangan tidak dapat ditangani hanya dengan satu bangunan atau satu ruas saluran.
Rumah pompa ibarat jantung yang menggerakkan air keluar dari kawasan rendah. Namun, alat itu tidak banyak membantu jika saluran kampung tersumbat, tampungan kurang, atau jalur pembuangan belum tersambung.
Air perlu mengalir dari saluran kecil menuju saluran utama dan tampungan, lalu dipompa ketika kondisi sungai dan laut memungkinkan. Konektivitas karena itu bukan pelengkap, melainkan inti sistem.