NADIKABAR.COM — Sejak pertama kali menginjakkan kaki di apartemen sewaannya di Tokyo, Ryua percaya bahwa tempat itu berhantu.
"Saat saya datang untuk melihat apartemen ini, ada seorang pria berdiri di sana, menatap saya tajam," katanya.
"Karena agen properti tidak bisa melihatnya, saya sadar dia pasti hantu."
Jika orang lain yang lebih penakut mungkin akan segera meninggalkan apartemen itu dan tidak pernah kembali, Ryua justru memutuskan untuk tetap pindah ke sana.
"Saya memang agak suka melawan arus, jadi saya memutuskan ingin berteman dengan hantu pria yang terus menatap saya itu," tambah Ryua, yang bekerja sebagai aidoru atau penghibur muda dan tidak ingin menyebutkan nama belakangnya.
Empat tahun berlalu dan ia masih tinggal di apartemen yang sama.
Ryua mengatakan bahwa dirinya terus mengalami aktivitas paranormal hampir setiap hari.
Menurut pengakuannya, ia kerap mendengar suara langkah kaki tanpa henti serta suara sang hantu yang berbicara.
Penghuni sebelumnya apartemen Ryua, yang terlihat dalam foto ini, diketahui meninggal karena bunuh diri (BBC)
Meskipun perayaan Halloween kian populer di Jepang dalam beberapa tahun terakhir, banyak warga Jepang memandang keberadaan hantu dengan serius sepanjang tahun.
Dalam bahasa Jepang terdapat istilah yuurei, yang merujuk pada arwah yang masih bergentayangan dan tidak tenang.
Menurut kepercayaan setempat, yuurei adalah arwah orang-orang yang meninggal dalam keadaan tragis atau penuh kekerasan, seperti korban pembunuhan, mereka yang mengakhiri hidupnya sendiri, atau orang-orang yang meninggal dalam kesepian tanpa ditemani siapa pun.
Jika mereka meninggal di rumahnya sendiri, diyakini arwah mereka akan tetap tinggal di sana.
Bagi para pencari rumah yang tidak percaya takhayul atau tidak mudah merasa ngeri, kondisi ini justru menghadirkan peluang mendapatkan properti dengan harga jauh lebih murah.