Warga Amerika berusia 79 tahun itu telah tinggal di Jepang selama hampir 40 tahun dan bekerja sebagai pemandu wisata.

Ia mengatakan bahwa agen properti sejak awal bersikap terus terang kepadanya: rumah tersebut dijual dengan potongan harga besar karena seorang perempuan lanjut usia meninggal seorang diri di sana, sehingga properti itu mendapat stigma.

Tincher membeli rumah tersebut seharga 20 juta yen, di kawasan tempat properti serupa biasanya dijual dengan harga hingga 45 juta yen.

"Saya tidak percaya pada hantu. Tetapi saya tahu orang Jepang sangat percaya takhayul," katanya.

"Jika memang ada hantu di rumah ini, saya bersyukur kepadanya setiap hari... karena saya bisa tinggal di rumah yang begitu indah dengan harga yang terjangkau."

Diane Tincher mengatakan ia memperoleh diskon 50% saat membeli rumahnya di pedesaan Jepang (Diane Tincher)

Saat menelusuri informasi mengenai rumah tersebut, Tincher menemukannya melalui sebuah situs bernama Oshimaland, yang mencantumkan properti-properti jiko bukken beserta rincian kejadian yang pernah terjadi di sana.

Situs itu diluncurkan pada 2005 dengan fokus awal pada wilayah Tokyo, sebelum diperluas ke seluruh Jepang dan kemudian ke pasar internasional pada 2011.

Oshimaland mengandalkan kontribusi pengguna (crowdsourced), yang berarti anggota masyarakat dapat menambahkan data properti beserta informasi terkait riwayat kejadian yang terjadi di lokasi tersebut.

Teru Oshima, pendiri Oshimaland, mengatakan bahwa di masa lalu properti semacam itu "bukan pilihan yang terlalu menarik" bagi masyarakat Jepang.

Namun, seiring melonjaknya harga rumah dalam beberapa tahun terakhir serta meningkatnya biaya hidup secara umum, sikap masyarakat mulai berubah. Sebuah survei pada 2025 menemukan bahwa lebih dari separuh warga Jepang kini bersedia menyewa jiko bukken apabila harga sewanya lebih murah.

Kembali ke Setagaya, Ryua mengatakan dirinya bahagia hidup bersama "teman serumah" yang ia yakini sebagai hantu.

"Saya percaya bahwa hantu dulunya adalah manusia yang hidup seperti kita, jadi mereka layak mendapatkan rasa hormat," katanya.