Di Jepang, terdapat kategori hunian yang dikenal sebagai jiko bukken, yang berarti properti "berstigma" atau properti yang pernah menjadi lokasi suatu insiden.
Berdasarkan pedoman yang diterbitkan pemerintah Jepang pada 2021, agen properti wajib mengungkapkan jika sebuah rumah pernah menjadi lokasi bunuh diri, pembunuhan, kematian akibat kebakaran, atau kematian yang jasadnya baru ditemukan setelah waktu yang lama.
Untuk properti sewaan, informasi tersebut harus diungkapkan selama tiga tahun. Sementara untuk properti yang dijual, riwayat tersebut harus diberitahukan tanpa batas waktu.
Sebagai perbandingan, di Inggris tidak ada kewajiban hukum untuk mengungkapkan bahwa seseorang pernah meninggal di sebuah properti.
Sementara di Amerika Serikat, aturannya berbeda-beda di setiap negara bagian.
Misalnya, di California penjual wajib mengungkapkan jika ada seseorang yang meninggal di properti tersebut dalam tiga tahun terakhir, sedangkan di Arizona dan Oregon kewajiban tersebut tidak berlaku.
Ryua diberi tahu bahwa seorang pria pernah mengakhiri hidupnya di apartemen yang kini ia tempati.
Riwayat tersebut membuat ia memperoleh potongan hampir 30% untuk sewa kamar studionya yang hanya seluas 25 meter persegi di Setagaya, salah satu kawasan populer di Tokyo.
Ia mengatakan membayar sewa sebesar 45.000 yen (sekitar US$285) per bulan, dibandingkan tarif normal yang seharusnya mencapai 62.000 yen.
Meski rumah yang pernah menjadi lokasi pembunuhan atau bunuh diri kemungkinan akan lebih sulit dijual atau disewakan di mana pun di dunia, agen properti di Tokyo, Erik Oskamp, mengatakan bahwa masyarakat Jepang cenderung lebih percaya pada takhayul dan lebih enggan menempati properti yang memiliki stigma semacam itu.
"Bahkan apartemen yang berada di sebelah pemakaman akan sulit disewakan, terutama jika batu-batu nisan terlihat dari dapur," jelas Oskamp.
"Hal terburuk adalah jika pernah terjadi bunuh diri di apartemen tersebut. Bahkan jika seseorang melompat dari atap gedung, banyak penyewa akan memilih pindah. Faktor lain yang memengaruhi adalah kejahatan serius atau kematian seseorang yang hidup sendirian."
Kategori terakhir, yaitu seseorang yang meninggal seorang diri di rumahnya dan baru ditemukan setelah beberapa waktu, umumnya tidak akan memengaruhi harga properti di negara seperti Inggris atau Amerika Serikat.
Namun di Kagoshima, wilayah pedesaan di barat daya Jepang, kondisi seperti itu memungkinkan Diane Tincher membeli sebuah rumah besar dengan tiga kamar tidur dengan harga sekitar setengah dari nilai yang seharusnya.