Di sisi lain, mata uang utama negara maju kompak melemah terhadap dolar AS. Euro terdepresiasi 0,25 persen, pound sterling Inggris turun 0,13 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,04 persen, dan franc Swiss turun 0,37 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS akibat kenaikan harga minyak dunia di tengah kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, tertekan oleh kenaikan harga minyak dunia akibat kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Dari dalam negeri, aliran keluar dana asing yang berkelanjutan juga ikut menekan rupiah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Jumat (23/10).