Di sisi lain, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa melemah 0,02 persen dan dolar Kanada turun 0,04 persen, sedangkan franc Swiss terkoreksi 0,05 persen. Di sisi lain, dolar Australia menguat 0,13 persen, sementara pound sterling Inggris bergerak datar.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah beragam perkembangan geopolitik di Timur Tengah, mulai dari potensi serangan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan hingga upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan.