"Rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah tekanan internal dan eksternal. Kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah akibat ancaman serangan militer AS dalam beberapa hari ke depan dan aksi jual bersih investor asing di pasar ekuitas domestik yang berkelanjutan membebani rupiah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Selasa (27/10).
Ia menambahkan penguatan indeks dolar AS akibat ekspektasi sikap hawkish atau kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya turut menekan rupiah.