NADIKABAR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 89 poin atau 0,50 persen menjadi Rp18.027 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi potensi suku bunga AS bertahan lebih lama.

Dia menyampaikan bahwa inflasi Amerika Serikat pada September 2026 meningkat menjadi 3,7 persen persen secara tahunan dari 3,4 persen pada Agustus, yang dinilai membuat pasar terus mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

“Jika suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, dolar AS berpotensi tetap kuat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Jumat.

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dinilai juga menjadi perhatian karena berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kebutuhan devisa Indonesia untuk impor energi.