Melihat sentimen domestik, lanjut dia, pasar turut mencermati pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar yang berdiri sendiri.
Menurut Amru, perkembangan ini berpotensi mempengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia dan mendorong penyesuaian portofolio investasi asing. Namun, dampaknya terhadap rupiah belum dapat dipastikan secara langsung dan perlu dilihat bersama faktor lain, termasuk pergerakan dolar AS dan kebutuhan valuta asing di dalam negeri.
Di sisi lain, sejumlah indikator disebut menunjukkan fundamental ekonomi domestik masih memiliki penopang.
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 459,3 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan 5,6 persen secara tahunan. Aliran masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) turut mendukung pembiayaan pemerintah.