Sementara itu, penjualan eceran Agustus tumbuh 1,3 persen secara tahunan dan diprakirakan meningkat menjadi 1,4 persen pada September.
Dia mengatakan data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga, meskipun belum cukup untuk mengimbangi tekanan eksternal terhadap rupiah.
“Ke depan, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh arah dolar AS, ekspektasi kebijakan The Fed, perkembangan geopolitik, serta dinamika arus modal asing. Perkembangan faktor-faktor tersebut akan menjadi perhatian pasar dalam menentukan arah rupiah selanjutnya,” ujar dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.052 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.948 per dolar AS.