NADIKABAR.COM β Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, bergerak melemah 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.156 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.135 per dolar AS, dipengaruhi tingginya konversi simpanan ke valuta asing.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi tingginya konversi simpanan masyarakat dari rupiah ke valuta asing (valas) di sektor perbankan.
βRupiah hari ini melemah, dipengaruhi oleh domestik tekanan di pasar saham dan obligasi, dan peningkatan konversi simpanan ke valas di perbankan,β ujarnya kepada NadiKabar, di Jakarta, Selasa.
Kenaikan simpanan valas yang mencapai 20 persen, kata dia, mengindikasikan kuatnya preferensi masyarakat untuk memegang dolar AS sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi berlanjutnya pelemahan rupiah, yang pada akhirnya berisiko memicu kelangkaan likuiditas dolar AS di pasar domestik.
Selain itu, sentimen lain berasal dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi hingga menembus kisaran level 5.300, sementara di pasar obligasi terjadi fenomena inversi kurva imbal hasil, yakni ketika imbal hasil obligasi pemerintah tenor acuan 10 tahun tercatat lebih rendah dibandingkan tenor 8 hingga 9 tahun.