Riset tersebut menjelaskan, tekanan terhadap rupiah perlu diwaspadai menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober 2026. Selain itu, ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, tekanan inflasi, dan potensi penguatan dolar AS berpotensi meningkatkan volatilitas nilai tukar dan arus modal asing.

Sementara itu, pelemahan rupiah berpotensi menekan IHSG melalui risiko arus modal keluar (capital outflow), kenaikan biaya impor, dan bertambahnya beban perusahaan yang memiliki utang dalam dolar AS.

"Bagi pasar domestik, pelemahan rupiah berpotensi menambah tekanan terhadap IHSG melalui risiko capital outflow, kenaikan biaya impor, dan meningkatnya beban perusahaan dengan utang berdenominasi dolar AS. Investor perlu mencermati pergerakan USD/IDR dan respons pasar terhadap keputusan The Fed," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (26/10/2026).