Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Euro menguat 0,18 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,15 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,10 persen dan dolar Kanada terkoreksi 0,01 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Tekanan antara lain berasal dari kekhawatiran eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga di atas US$100 per barel.