Di antara mata uang utama negara maju, euro Eropa menguat 0,06 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dolar Kanada menguat 0,15 persen, dan franc Swiss naik 0,24 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,46 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi memburuknya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar saham domestik.

Investor juga cenderung berhati-hati dan menghindari aset berisiko menjelang rilis sejumlah data ekonomi serta pemilu paruh waktu AS.