Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, Bank of Japan (BoJ), dan Europan Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya masing-masing 25 basis poin pada September 2026.

Melihat sentimen global, harga minyak yang masih bertahan pada level tinggi kendati dengan tren menurun, tetapi masih di atas asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 70 dolar AS per barel, sehingga dikhawatirkan bakal memicu defisit anggaran dan neraca perdagangan.

Mengutip Anadolu, harga minyak turun lebih dari 2 persen pada Senin (21/9) karena harapan akan dimulainya kembali perundingan AS-Iran dan pemulihan ekspor minyak mentah Arab Saudi meredakan kekhawatiran pasokan yang sebelumnya menjaga harga tetap tinggi dalam beberapa pekan terakhir.