Mayoritas mata uang utama negara maju melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,09 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,26 persen.

Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,01 persen, dan franc Swiss turun 0,18 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan menguat terbatas dengan antisipasi kenaikan suku bunga dalam Rapat Dewan Guberner (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini.