Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,16 persen, poundsterling Inggris menguat 0,33 persen, dolar Australia terapresiasi 0,23 persen, dolar Kanada menguat 0,36 persen, dan franc Swiss naik 0,19 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup menguat di tengah membaiknya sentimen risiko di pasar domestik, seiring meredanya kekhawatiran terkait ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on domestik, menyusul meredanya kekhawatiran seputar ancaman penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Selasa (20/10).