NADIKABAR.COM β€” Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, bergerak menguat 31 poin atau 0,07 persen menjadi Rp18.015 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.046 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan rupiah memperoleh sentimen positif seiring rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan saham-saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang saat ini tercatat sebanyak 80 saham dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

β€œRupiah walau masih penuh ketidakpastian, namun langkah pemerintah yang di antaranya mengeluarkan saham HSC dari IHSG diharapkan bisa memberikan sentimen positif dan dukungan pada ekuitas domestik rupiah,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Selasa.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, sebanyak 80 saham HSC atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tersebut memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG. Jeffrey menerangkan, dikeluarkannya dari IHSG bukan berarti saham-saham HSC tersebut dilakukan delisting (penghapusan pencatatan) dari BEI.

Selain itu, saham-saham tersebut juga masih dapat diperdagangkan namun pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Tujuan implementasi kebijakan tersebut untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam HSC.

Di samping itu, faktor eksternal terkait eskalasi di Timur Tengah (Timteng) dan perang Ukraina dengan Rusia turut memberikan sentimen negatif terhadap rupiah.

β€œEskalasi Timteng dan perang Ukraina-Rusia yang menyebabkan harga minyak mentah yang masih terus naik akan kembali memberikan tekanan pada rupiah,” ujar Lukman.

Mengutip Xinhua, West Texas Intermediate untuk pengiriman November harga minyak mentah naik 2,25 dolar AS, atau 2,22 persen, menjadi ditutup pada harga 103,66 dolar per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 31 sen, atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada harga 109,55 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.950-Rp18.100 per dolar AS.