BI juga meningkatkan insentif Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai kepada perbankan dalam rangka pendanaan luar negeri. Selain itu, transaksi underlying diperluas sehingga mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, serta foreign direct investment (FDI).
"Efektivitas stabilisasi dan kecukupan likuiditas diperkuat melalui peningkatan insentif Swap dan DNDF Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri, serta perluasan transaksi underlying yang mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment," jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tekanan, BI menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.
"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46%" kata Erwin.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat. Pada akhir Agustus 2026, posisi cadangan devisa mencapai US$ 146,5 miliar. BI juga terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi serta pelaku pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.