"Saya bisa menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk mengoptimalkan toko online dan menyusun strategi konten yang lebih efektif. Pengalaman mengikuti program ini juga memberikan perspektif baru untuk mengembangkan usaha ke depannya," ujar Soffariati.
Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu diikuti dengan dukungan nyata agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.
"Womenpreneurship Business Bootcamp merupakan salah satu program CSR kami di bawah inisiatif GROW with RupiahCepat. Melalui program ini, kami ingin membantu womenpreneurs meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam mengelola serta mengembangkan usahanya," ujar Anna.
Program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 dimulai pada Agustus 2026 dan berhasil menjaring lebih dari 270 pendaftar dari 24 provinsi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 30 womenpreneur dari 14 provinsi terpilih mengikuti rangkaian bootcamp pada September hingga Oktober 2026.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti empat sesi pelatihan daring yang mencakup Business Model Canvas, pengelolaan operasional usaha, optimasi marketplace, serta strategi pemasaran digital dan iklan digital.
Pembekalan tersebut menghadirkan praktisi di bidang kewirausahaan dan pemasaran digital, yaitu Perry Primanda dan Nugraha Andaf.
Untuk memperkuat penerapan materi, peserta juga memperoleh pendampingan berkala melalui WhatsApp, konsultasi bisnis privat melalui Zoom, serta edukasi literasi keuangan dari RupiahCepat mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital yang legal, aman, dan bertanggung jawab.