"Rusia melakukan serangan pertama tepat saat warga mulai berdatangan, beberapa bom udara dijatuhkan," ujarnya.
"Kemudian terjadi serangan kedua, lebih banyak bom udara, kali ini menyasar tempat berlindung tersebut. Sebuah serangan teroris yang keji," kata Zelensky.
Zelenskiy menegaskan pihak Rusia pasti mengetahui bahwa penduduk yang masih bertahan di Komyshuvakha berkumpul setiap minggu untuk mengambil paket bantuan kemanusiaan.
Ia mengatakan, serangan tersebut menunjukkan Moskow justru berniat membunuh warga, alih-alih melanjutkan misi kemanusiaan yang dilakukan pekan lalu di kota Oleshky-sebuah kota di wilayah selatan yang tengah dilanda konflik-yang dimediasi oleh Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump.