NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Moskow akan mempertimbangkan usulan dari utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner, tetapi tidak akan memberikan konsesi politik apa pun.
Dalam pertemuan dengan para lulusan kampus yang baru saja bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov mengatakan Rusia akan mengevaluasi setiap usulan berdasarkan manfaat ekonomi dan keuangan.
"Kita lihat saja apa yang mereka usulkan. Jika mereka menawarkan sesuatu yang menguntungkan bagi kita secara ekonomi dan keuangan, mengapa tidak?" katanya.
Namun demikian, Lavrov menekankan kesepakatan apa pun yang mungkin tercapai tidak boleh melibatkan konsesi politik atau harapan akan bantuan politik dalam urusan internasional.
"Kita harus mengandalkan diri sendiri sepenuhnya," katanya.
Menyinggung keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan sanksi-sanksi utama terkait Rusia, Lavrov mengatakan Trump tidak membatalkan kebijakan tarif tersebut, tetapi mengisyaratkan bahwa penerapan bea masuk yang luas tidak sejalan dengan kepentingan AS saat ini.
"Apa yang mereka butuhkan saat ini adalah memastikan pasar energi global tidak terjerumus ke dalam krisis mendalam menjelang pemilihan umum. Oleh karena itu, mereka tidak keberatan jika pasokan bahan bakar diesel dari Rusia terus berlanjut," katanya.
Lavrov memperingatkan sikap AS bisa berubah di bawah pemerintahan mendatang, seraya mencatat bahwa presiden AS tidak terikat oleh keputusan pendahulunya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia berharap Witkoff dan Kushner dapat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat.
Peskov menyebutkan Kremlin berharap para utusan AS tersebut memberikan penjelasan kepada Putin mengenai kontak mereka dengan perwakilan Ukraina dan Eropa, serta melanjutkan diskusi antara Rusia dan AS.
Dia menggambarkan pertemuan para utusan tersebut dengan Putin sebagai sesuatu yang penting, tepat waktu, dan substantif, seraya menambahkan Rusia sangat menghargai upaya mediasi mereka.
Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Witkoff akan mengunjungi Rusia, Rabu, untuk menyampaikan usulan guna memajukan upaya perdamaian, termasuk kemungkinan pertemuan trilateral antara para pemimpin Ukraina, Rusia, dan AS.
"Kami memiliki gagasan-gagasan yang jelas mengenai cara untuk mencapai perdamaian. Kami bersatu dengan mitra-mitra Eropa dalam upaya ini dan kami ingin pihak Amerika menyampaikan gagasan-gagasan tersebut kepada pihak Rusia. Salah satu gagasan penting adalah mengarah pada kemungkinan pertemuan trilateral antara para pemimpin untuk membahas berbagai persoalan yang hanya bisa diselesaikan oleh para pemimpin itu sendiri," katanya usai pertemuan dengan para utusan AS dan para pemimpin negara Nordik di Oslo.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia