Pada sektor permesinan dan rekayasa, Indonesia membuka peluang kemitraan dengan perusahaan Rusia dalam pengembangan komponen industri, peralatan perkeretaapian, perakitan lokal, serta layanan pemeliharaan dan perbaikan. Kolaborasi ini juga mencakup pertukaran keahlian teknis dan pengembangan kemampuan pemasok dalam negeri agar dapat terintegrasi dalam rantai produksi.
Di sektor telekomunikasi dan teknologi digital, kedua negara berpotensi menjajaki kerja sama di bidang peralatan telekomunikasi, sistem serat optik, digitalisasi proses produksi, dan teknologi otomasi industri.
Adapun di sektor pupuk dan kimia, studi pabrik urea di Vladivostok menjadi peluang untuk memperluas kolaborasi industri kimia kedua negara.
Sarmuji menambahkan, Indonesia juga terbuka terhadap kemitraan di industri pengolahan makanan, farmasi, furnitur, barang konsumsi, serta industri pengolahan hilir yang memiliki prospek investasi dan pengembangan produksi di dalam negeri.