NADIKABAR.COM — Program Namu Balai Kota kembali digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada hari ini. Kegiatan ini menarik perhatian warga yang penasaran ingin melihat langsung suasana dan aktivitas di balik kantor Gubernur DKI Jakarta.

Namu Balai Kota dilaksanakan setiap 2 minggu sekali pada hari Sabtu. Masyarakat berkesempatan mengenal lebih dekat lingkungan Balai Kota, termasuk ruangan-ruangan yang selama ini menjadi tempat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjalankan tugasnya.

Pantauan NadiKabar di Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/10/2026), sejumlah warga terlihat datang bersama teman maupun komunitas. Ada yang memanfaatkan kesempatan untuk sekadar berkeliling, melihat fasilitas yang tersedia, hingga mencoba berbagai permainan tradisional.

Sejumlah permainan tradisional seperti bakiak dan congklak turut dihadirkan untuk memeriahkan kegiatan. Kehadiran permainan tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Dalam tur, pengunjung diajak menyusuri dari depan Pendopo, masuk melihat Ruang Tamu Gubernur, pusat pengelolaan Jakarta Smart City, hingga Ruang Pola. Anak-anak juga bisa menjajal pengalaman menjadi presenter dan reporter cilik di Studio Berita Jakarta.

Selain tur, di Namu Balai Kota juga menghadirkan mini Mal Pelayanan Publik. Warga tampak mengakses layanan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling, Samsat Keliling, hingga perpustakaan keliling.

Ada pula pemeriksaan kesehatan gratis, layanan kependudukan, pelayanan perizinan berusaha, pembukaan rekening Bank Jakarta, kegiatan pilah sampah, serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan.

Namu Balai Kota tidak hanya menawarkan pengalaman menjelajahi gedung pemerintahan. Program ini menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat.

Melalui program ini, Pemprov DKI berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan terbuka bagi masyarakat. Balai Kota diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai lokasi kegiatan resmi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga.

Salah satu warga, Rusmayadi (54), mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Balai Kota Jakarta. Dia mengaku terkesan setelah melihat langsung suasana di dalam kantor pemerintahan tersebut.

"Ini pertama kali saya di Balai Kota. Lihat suasana di Balai Kota itu luar biasa, mantap. Jadi kita tahu gubernur kita ngapain saja di situ, dari ketemu tamu, ketemu orang penting," kata Rusmayadi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Dia mengatakan salah satu tempat yang paling menarik perhatiannya adalah ruang Jakarta Smart City. Menurutnya, ruangan tersebut memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi untuk memantau berbagai informasi dan kondisi di Jakarta.

Warga lainnya, Mary (40), juga mengaku terkesan setelah mengetahui lebih jauh tentang fasilitas Jakarta Smart City. Dia baru mengetahui bahwa Jakarta memiliki platform yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan laporan terkait berbagai persoalan di Ibu Kota.

"Luar biasa Jakarta Smart City. Selama ini kita nggak pernah tahu ternyata kita punya platform yang begitu cerdas sehingga kita bisa laporan, kita bisa tahu segala berita dan juga informasi apa pun mengenai Jakarta, semua ada di situ," ujarnya.

Mary menilai keberadaan fasilitas tersebut perlu lebih banyak disosialisasikan kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga Jakarta yang belum mengetahui berbagai layanan yang bisa diakses melalui Jakarta Smart City maupun aplikasi JAKI.

Dia mencontohkan, masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk melaporkan kejadian kehilangan barang dengan menyertakan informasi yang diperlukan.

"Misalnya kita kehilangan handphone, sebenarnya bisa kan? Karena kita tahu CCTV-nya. Selama ini kita nggak tahu, jadi pasrah saja," tuturnya.

Salah satu peserta, Mary (40), mengatakan informasi mengenai Namu Balai Kota perlu disebarluaskan agar semakin banyak warga yang tertarik berkunjung. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang sudah lama tinggal di Jakarta tetapi belum mengetahui adanya kesempatan untuk melihat langsung bagian dalam Balai Kota.

"Harus lebih luas lagi promosinya ke masyarakat yang di Jakarta. Karena mungkin orang Jakarta yang sudah lama di sini pun belum pernah tahu di sini kan, ternyata boleh Namu," kata Mary.

Namu Balai Kota dapat dikunjungi secara gratis. Namun, pengunjung tetap perlu membayar apabila membeli makanan, minuman, maupun produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijajakan di lokasi.

Masyarakat dapat menikmati area publik, community playground, dan area UMKM tanpa melakukan reservasi khusus.

Sementara itu, pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan Tur Balai Kota, Nonton Pilem, dan Kids on Air wajib melakukan reservasi terlebih dahulu melalui aplikasi JAKI atau kanal pendaftaran resmi yang tersedia.

Kegiatan Namu Balai Kota berlangsung pukul 08.00-16.00 WIB. Informasi mengenai jadwal terbaru dan panduan kunjungan dapat diakses melalui situs resmi Namu Balai Kota, Instagram @namu.balaikota, serta TikTok @namu.balaikota.