Sebagai informasi, BBCA membukkan pertumbuhan membukukan pertumbuhan kredit 8,0% secara tahunan (year on year/yoy) sebesar Rp 1.036 triliun hingga semester I-2026. Capaian tersebut menjadi penanda untuk pertama kalinya kredit perbankan melampaui Rp 1.000 triliun.
Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp 1.082 triliun atau tumbuh 10,2% (yoy). Adapun total laba BBCA dan entitas anak mencapai Rp 29,5 triliun pada semester I-2026.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan, keputusan pembagian dividen BBCA ini didasari oleh posisi permodalan perseroan yang solid, likuiditas memadai, pengembangan bisnis perseroan maupun entitas anak, serta kualitas aset yang tetap terjaga.