Jumlah tersebut juga jauh lebih rendah dibandingkan saat RANS pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026, ketika jumlah investornya mencapai 754.691 SID.

Kontroversi Raffi bermula dari kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 pada 29 Oktober 2026. Acara tersebut menuai kritik karena diduga menjadi tandingan demonstrasi mahasiswa sehari sebelumnya.

Seruan boikot kemudian muncul dan berdampak pada RANS Carnival di Sleman, Yogyakarta. Sejumlah pengisi acara, termasuk Tipe-X dan Guyon Waton, dilaporkan mengundurkan diri. Sejumlah pelaku UMKM juga dikabarkan memilih mundur.

Raffi kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan hadir sebagai undangan dan tidak terlibat dalam penyusunan maupun perencanaan acara tersebut. Ia juga mengaku tak mengetahui secara langsung pihak penyelenggara dan peserta yang hadir.

Raffi turut menyatakan menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi pada 28 Oktober 2026 dan menyebut penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat.