Antrean jual terbesar tercatat pada harga Rp 218 per saham sebanyak 184.188 lot dengan total frekuensi sebesar 152 kali. Kemudian pada harga Rp 220 per saham antrean jual mencapai 120.141 lot.

Sementara antrean beli RANS tercatat hanya sebanyak 384.785 lot saham dengan total frekuensi sebanyak 1.481 kali. Antrean beli tertinggi berada pada harga Rp 200 per saham dengan total frekuensi sebanyak 314 kali.