"Pesan Ibu Megawati jelas, kader PDI Perjuangan harus menjadi Pandu Ibu Pertiwi. Artinya ketika alam terluka, kader tidak boleh hanya melihat. Harus hadir, bekerja dan ikut memulihkannya," ujar Said.

Kader PDIP Bergerak dari Bojonegoro hingga Arjuno. Selain itu, Said mengatakan selama beberapa bulan terakhir struktur dan kader PDI Perjuangan telah bergerak di berbagai wilayah Jawa Timur membantu masyarakat menghadapi kekeringan maupun karhutla.

Di Bojonegoro, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Abidin Fikri bersama jaringan partai telah menyalurkan sekitar 262 ribu liter air bersih ke 52 titik terdampak kekeringan.

Selanjutnya, di Gresik, DPC PDI Perjuangan menyalurkan sekitar 20 ribu liter air bersih kepada masyarakat Randuboto, Sidayu. Distribusi air juga dilakukan di Nganjuk, Tuban, Trenggalek, Tulungagung, Sampang, Banyuwangi, Bangkalan, Bondowoso, Lamongan dan sejumlah daerah lainnya.

Semantara itu, di Lamongan, unsur partai bersama kader di legislatif dan eksekutif bergerak menyalurkan air secara serentak ke enam desa di lima kecamatan. Sementara di sejumlah daerah, laporan kesulitan air diterima dari struktur Ranting dan PAC sebelum diteruskan menjadi aksi bantuan.

"Kekuatan PDI Perjuangan ada pada struktur yang sampai ke desa. Ranting dan PAC harus menjadi mata dan telinga. Kalau sumber air mulai mengering, sawah mulai kekurangan air atau muncul titik api, informasi harus bergerak cepat agar pertolongan juga cepat," kata Said.

Gerakan serupa berlangsung dalam penanganan karhutla. Di Kota Batu, struktur PDI Perjuangan membantu kebutuhan logistik petugas dan relawan yang menangani kebakaran Gunung Butak. Di Magetan, kader dikerahkan membantu penanganan karhutla. Sementara itu, di Ngawi, penanganan kebakaran di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Botak antara lain dilakukan melalui pembasahan serta pembuatan sekat bakar.