"Kalau terhadap presiden, serahkan pada mekanisme hukum. Kita harus ada asas praduga tak bersalah. Jangan diadu domba dengan hoaks-hoaks yang berkembang. Biarlah kita serahkan Mabes Polri agar Mabes Polri melakukan tugasnya," ujarnya.

Said juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak memicu perpecahan di tubuh Polri. Menurutnya, soliditas kepolisian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Kepolisian Republik Indonesia bersatu, jangan terpecah. Jangan diadu domba karena kalau Polri lemah, maka stabilitas keamanan umum juga akan lemah," tegasnya.

Said menekankan pentingnya sinergi TNI dan Polri dalam menjaga keamanan negara. Dia menyinggung peristiwa kudeta di Turki saat Presiden Recep Tayyip Erdogan berada di luar negeri sebagai pelajaran tentang pentingnya kerja sama kedua institusi tersebut.