"Sinergi TNI-Polri harus kuat. Jangan seperti kejadian di Turki, ketika Erdogan pergi ke luar negeri, terjadi kudeta oleh tentaranya Turki, sekelompok tentara Turki, tapi untung ada polisi yang menjaga dan sebagian tentara yang masih setia," tuturnya.
Said menegaskan kalangan buruh memiliki kecintaan terhadap TNI dan Polri. Dia berharap semua pihak tidak memperkeruh situasi dan tetap mengedepankan proses hukum dalam menyikapi dugaan penyadapan tersebut.
"Kita cinta Polri, buruh cinta TNI, buruh cinta Polri," imbuhnya.
Diketahui, Polri sudah menetapkan 4 orang tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Mereka adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), Irjen Ahrie Sonta (AHN), Irjen Eko Hadi Santoso (EH), dan terbaru Irjen Slamet Uliandi.