Dalam contoh yang dipaparkan perusahaan, pengolahan 120 ton material menghasilkan sekitar 24 ton material olahan. Dengan demikian, massa material berkurang sekitar 80% selama proses pengolahan.

Menurut Jeremy, hasil pengolahan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai media tanam, membantu menstabilkan pH tanah, dan mendukung reklamasi lahan.

Meski begitu, manfaat ekonomi teknologi ini bergantung pada sejumlah faktor, termasuk biaya investasi mesin, konsumsi energi, biaya operasional, serta kualitas dan pemanfaatan hasil olahan.

Teknologi tersebut diperkenalkan dalam seminar yang digelar PT Wannan Inti Teknologi bersama PT Indonesia Environment Consultant di rangkaian ALLPACK INDONESIA EXPO 2026. Pengolahan limbah dari sumbernya dinilai relevan bagi sektor hotel, restoran, industri makanan dan minuman, serta kawasan komersial yang menghasilkan sampah organik.