Lale menuturkan petugasnya kewalahan mengangkut jumlah sampah sungai yang terus bertambah setiap harinya. Akibat minimnya jumlah armada, sampah-sampah sungai tak bisa optimal diangkut petugas Dinas PUPR Mataram.

"Kami keterbatasan armada, kemudian jam pekerja kita juga mulai dari jam 8 pagi sampai 4 sore," jelas Lale.

Lalu mengungkapkan Dinas PUPR Mataram menurunkan sebanyak tujuh damp truck untuk menangani sampah sungai. Satu damp truck mampu mengangkut sampah sekitar 4 kubik.