NADIKABAR.COM — Samsung melakukan inovasi terhadap perangkat rumah tangga yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI). Mereka menghadirkan kulkas dan air conditioner (AC) yang semakin cerdas.
Regional Head of Home Appliances, Vice President Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Bernard Ang, menjelaskan ambisi Samsung cukup sederhana, yakni meningkatkan kehidupan setiap hari melalui inovasi baru yang mengacu pada kebutuhan pelanggan.
"Baik itu menghemat waktu, mengurangi masalah, atau membuat rumah lebih nyaman, kami mengembangkan aplikasi dan servis yang menjawab itu, memastikan pelanggan memiliki kehidupan yang lebih baik di rumah. Jadi ini mulai dengan mendengar lebih dekat pelanggan kami," kata Bernard, dalam acara The Brief 2026 di Samsung Business Experience Studio (BES), Hanoi, Vietnam, Rabu (14/10/2026)
Bernard menyampaikan akan selalu berupaya memperkuat durabilitas perangkat kerasnya, memperbaiki teknologi, dan mengembalikan servis yang memberikan lebih banyak nilai.
"Terutama, kami akan memberikan nilai lanjut melalui update software selama 7 tahun setelah penjualan. Jadi, itu adalah dukungan yang cukup baik yang kami berikan," ujarnya.
Pakar Digital Appliances Samsung Electronic menjelaskan kulkas terbaru dari Samsung punya fitur AI Food Manager. Disampaikan kalau kecanggihannya dapat memudahkan para pengguna merencanakan dan menyiapkan makanan.
"Di sini, kita memiliki kulkas Bespoke AI dengan Family Hub. Ini terlihat sama dengan Family Hub lainnya, tetapi ada perbedaan yang sangat signifikan. Model ini memiliki teknologi AI Vision yang dilengkapi dengan AI berdasarkan Cloud," jelasnya.
Pakar menyebutkan, teknologi AI Vision ini sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2024. Mereka menjelaskan, fitur ini dapat mengenali makanan melalui gambar yang diambil oleh kamera dalam perangkat di dalam kulkas Family Hub.
"Petama, kami fokus melatih model AI untuk mengenali makanan segar yang sering dimakan karena itu adalah hal yang biasanya ditempatkan di dalam kulkas. Tetapi sekarang, kami sedang mengambil langkah besar dengan penambahan AI berdasarkan Cloud. Jadi, ini bukan transisi, tetapi sebuah integrasi yang lebih maju berdasarkan AI, berdasarkan perangkat, serta AI berdasarkan Cloud," tambahnya.
Lalu melalui SmartThings Food, pengguna bisa mendapatkan rekomendasi resep berdasarkan bahan makanan yang tersedia di dalam kulkas. Selain itu, widget FoodNote yang diperkenalkan Samsung tahun ini, dapat memberikan saran daftar belanja mengacu pada kebiasaan pengguna mengonsumsi makanan atau bahan yang sering digunakan.
Disebutkan kalau kulkas ini dibekali layar LCD 32 inci dengan dukungan Bixby, asisten virtual berbasis AI kepunyaan Samsung. Dengan begitu, penggunanya dapat dengan mudah mengontrol kulkas ini melalui fitur utama Bixby seperti Voice, Vision, dan Text Call.
Jadi, berbeda dengan kulkas layar sentuh pada umumnya, lemari es dari Samsung dapat diajak 'ngobrol'. Dengan Bixby, kulkas ini dapat memahami sejumlah perintah yang diberikan oleh pengguna hingga memahami konteks perbincangan.
Pakar Digital Appliances Samsung Electronic menyampaikan inovasi tidak hanya di kulkas, tapi juga di AC. Contohnya tahun ini, mereka meluncurkan AC AI Windfree Pro yang terkenal.
"Model ini memiliki multi-blades baru, yang dapat bergerak berbeda arah. Bergerak berbeda arah, memungkinkan AC menciptakan udara berdasarkan kebiasaan penggunaan," ucapnya.
Dengan ini, mereka benar-benar ingin menunjukkan bagaimana memberikan kemudahan kepada para pengguna. Namun tak hanya itu, pakar mengatakan ada fitur lain yang dapat memanjakan penggunanya.
Lebih jelasnya, untuk urusan pendingin ruangan, Samsung punya teknologi baru, yakni WindFree. Kecanggihannya dapat menyebarkan udara dingin secara merata hingga ke sudut-sudut ruangan.
Teknologi itu tersedia di AC Bespoke AI WindFree Pro, yang memiliki desain ramping dengan fitur berbasis AI. AC ini menawarkan tujuh hembusan angin yang didukung oleh AI, mulai dari mode Max, Surround, Long Reach, Down, AI Direct, AI Indirect, dan Windfree.
AI Direct Wind mampu mendeteksi pergerakan dan posisi penggunanya di dalam ruangan, sehingga angin yang berhembus akan lebih terarah. Sementara AI Indirect Wind menjaga kenyamanan penggunanya, karena angin yang berhembus tidak langsung mengarah ke tubuh.
AI yang ada di AC ini juga bisa menganalisis ukuran ruangan, yang nantinya secara otomatis memilih mode pendinginan paling sesuai berdasarkan kebiasaan penggunaan. Hal ini juga berfungsi mengoptimalkan cara kerja kompresor dan mencegah perubahan frekuensi secara tiba-tiba, sehingga konsumsi energi dapat lebih hemat.
Tak hanya itu, mengingat AC ini punya fitur WindFree Wearable Good Sleep, yang dapat terhubung dengan perangkat wearable pintar, seperti Galaxy Watch dan Galaxy Ring. Jadi, ketika wearable yang digunakan mendeteksi pengguna sedang tidur, AC akan secara otomatis mengaktifkan WindFree Colling dan menyesuaikan suhu ruangan dengan memilih mode pendingin yang tepat.