SAG menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan kuatnya momentum Huawei di China serta kemampuannya menjangkau berbagai segmen harga.
Berbeda dengan Galaxy A, lini flagship Samsung justru mengalami penurunan.
Galaxy S Series mencatat penurunan pengiriman sekitar 18% YoY pada kuartal II 2026. Galaxy S26 sebelumnya mencatat awal yang solid pada kuartal I, tetapi momentumnya melemah pada kuartal berikutnya setelah efek peluncuran berkurang.
Kondisi ini memperlihatkan perbedaan kinerja antara lini Galaxy A yang berorientasi volume dan Galaxy S yang bermain di segmen premium.
Persaingan smartphone diperkirakan semakin menarik pada semester II 2026 dengan hadirnya generasi iPhone berikutnya.
SAG memperkirakan gabungan pengiriman iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan turun dua digit persen dibandingkan generasi iPhone 17 Pro.
Pada saat yang sama, Apple tidak menghadirkan iPhone 18 standar. Perusahaan diperkirakan masih mengandalkan iPhone 17 Series untuk menjaga volume di segmen arus utama.
Kenaikan biaya memori dan komponen juga menjadi tantangan bagi industri smartphone secara keseluruhan. SAG akan memantau apakah permintaan smartphone premium tetap kuat ketika tekanan harga semakin meluas, terutama di negara berkembang.
Untuk saat ini, data kuartal II 2026 menunjukkan persaingan smartphone global memiliki dua pola berbeda: Samsung mengandalkan luasnya portofolio Galaxy A untuk mengejar volume, sedangkan Apple tetap kuat melalui permintaan perangkat premium.