Jangkauan geografis yang luas serta kemampuan Samsung mengelola biaya komponen memberi ruang bagi perusahaan untuk bersaing melalui harga, terutama ketika konsumen semakin sensitif terhadap kenaikan harga smartphone.

Strategi tersebut, menurut SAG, juga memberikan tekanan terhadap profitabilitas Samsung.

"Samsung secara agresif menjaga volume dan pangsa pasar lewat portofolio A Series yang luas, bahkan dengan mengorbankan profitabilitas, sementara Apple terus menikmati permintaan premium yang kuat," kata Linda Sui, Founder dan Chief Analyst SAG.

Keberhasilan Galaxy A terjadi ketika segmen smartphone harga rendah dan menengah menghadapi tekanan kenaikan biaya memori serta komponen.

SAG mencatat sejumlah lini Android mengalami penurunan pengiriman pada kuartal II 2026. Xiaomi Redmi turun 17%, Vivo Y sekitar 18%, Oppo A sekitar 18%, Honor X 24%, Xiaomi Poco sekitar 40%, serta Lenovo-Motorola G sekitar 35%.

Menurut SAG, lini tersebut lebih rentan karena menyasar konsumen yang sensitif terhadap harga. Kenaikan biaya komponen membuat produsen menghadapi dilema antara menaikkan harga atau mempertahankan margin.

Samsung menjadi salah satu perusahaan yang mampu mempertahankan volume Galaxy A di tengah kondisi tersebut.

Namun yang lebih menarik Huawei menjadi salah satu pengecualian di antara lini Android yang mengalami tekanan.

Huawei Nova Series mencatat pertumbuhan 19% YoY dan naik 36% dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong Nova 16, Nova 15, dan Nova 15 Pro.

Sementara Huawei Changxiang Series melonjak sekitar 94% YoY, ditopang Changxiang 90 Pro Max dan Changxiang 90 Plus.