Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan indeks kembali menguat apabila tekanan jual mulai mereda dan investor menilai koreksi yang terjadi sudah terlalu dalam.
Menurut dia, pelemahan pasar saham Indonesia kali ini tergolong tidak biasa dibandingkan dengan pasar regional lainnya. Ia menilai persoalan kepercayaan (trust) masih membayangi pasar modal Indonesia.
Di tengah kondisi tersebut, Suria juga mengingatkan bahwa pasar saham Indonesia masih sangat bergantung pada kekuatan modal investor asing, meskipun jumlah investor domestik terus meningkat.
Bagi investor ritel, ia menyarankan agar investasi dilakukan dengan orientasi jangka panjang, terutama jika investor masih meyakini fundamental perusahaan yang dipilih tetap baik meskipun harga saham mengalami koreksi.
βInvest saja jangka panjang, kalau kalian yakin perusahaannya masih bagus, jangka panjang sekarang saatnya juga,β kata Suria.